(Bismillahirrah manirrahim, saya berniat ngaji karena Allah,
semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya. Aamiiin)
_______________ _______
Bismillahirrahm anirrahim, alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana wa habiibina wa syafii’ina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim.
semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya.
_______________
Bismillahirrahm
BAHAYA MINUMAN KERAS
Rasulullah SAW. bersabda yang artinya : “Seorang peminum, tidaklah ia meminum minuman keras, ketika ia meminumnya, kalau dia itu beriman”. Hadits ini memberitahukan kepada kita, bahwa ketika seorang peminum meminum minuman keras, maka imannya terlepas darinya, dan dia dalam keadaan tidak beriman. Na’udzu billahi min dzaalik.
Hadits ini senada dengan sabda Rasulullah yang lain, yang artinya : “Barangsiapa yang meminum minuman keras, sementara pengaruh minuman keras itu masih ada dalam tubuhnya, dan ketika itu ia mati, maka matilah ia secara yahudi, nasrani, atau majusi”. Terserah mau mati apa, yang jelas tidak boleh mati dalam keadaan Islam.
Sungguh sangat keras peringatan dan ancaman Rasulullah terhadap orang yang meminum minuman keras. Adakah bahaya yang lebih besar dibanding mati dalam keadaan tanpa iman? Tanpa Islam? Padahal Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya : “Sungguh jangan sekali-kali kalian mati, kecuali kalian sebagai muslim”. Karena hanya orang-orang yang mati dalam keadaan Islamlah yang akan selamat nanti di akherat.
Sungguh sangat bodoh jika kita tukar keselamatan hidup kekal di akherat itu hanya dengan kesenangan yang sebentar, semu, dan menipu. Kebanggaan yang palsu dan menjerumuskan dalam kesengsaraan dan penderitaan abadi yang tak berkesudahan. Mati tanpa iman. Mati tanpa Islam. Mati dalam keadaan kafir. Na’udzu billahi min dzaalik. Inilah akibat kebodohan, hidup tanpa ilmu.
Dan semua itu, dikarenakan kurangnya majlis ngaji yang serius, yang beneran, yang benar-benar ngaji (mencari dan mendalami ajaran-ajaran Quran dan hadits, serta pendapat-pendap at para ulama salafus salih). Ngaji-ngaji yang ada, hanya “pengajian-peng ajian” yang sifatnya hura-hura. Kyai yang didatangkan, hanya kyai yang pandai melawak, pandai membuat tertawa, pandai melucu. Akhirnya, kelihatannya ‘seperti’ majlis ngaji, tapi sebenarnya malah majlis maksiat, majlis yang justru menambah hati semakin keras dan mati.
SELAMAT NGAJI. NGAJI ITU HARUS, TAPI JANGAN ASAL NGAJI.
Wallahu a’lamu bish shawaab, wahuwal mufaffiq ila aqwamit thariiq.
Wassalamu’alaik um Warohmatullahi Wabarakatuh.
Wassalamu’alaik
No comments:
Post a Comment