Sunday, November 19, 2017

Ngaji

(Bismillahirrahmanirrahim, saya berniat ngaji karena Allah,
semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya. Aamiiin)
______________________
Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana wa habiibina wa syafii’ina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim.

Sungguh jaman sekarang ini serba bingungke. Kalau tidak datang di majlis ilmu (ngaji), kita tidak bisa mengetahui ajaran-ajaran agama kita itu bagaimana, dan otomatis kita tidak bisa mengamalkannya. Tapi kalau kita datang di majlis ilmu (untuk ngaji), tetapi kita mendatangi majlis ilmu yang keliru, yang salah, yang sesat, maka ajaran agama yang kita dapatkanpun pasti akan salah, keliru dan sesat. Na’uudzu billahi min dzaalik.

Lantas kita harus bagaimana?


Ngaji (menuntut ilmu) hukumnya sangat wajib, tidak mungkin kita tinggalkan. Kita harus tetap ngaji. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Sesungguhnya orang yang paling merugi di sisi Allah di hari kiamat nanti, ialah orang yang memiliki kesempatan ngaji, tetapi dia tidak mau ngaji”.

Agar kita tidak keliru dalam memilih majlis ngaji, maka pilihlah majlis ngaji yang : 
  1. Kyainya bisa membaca kitab gundul, dan menerjemahkannya secara lafadz per lafadz atau kalimah per kalimah. Sehingga tidak mungkin ada penyimpangan makna atau pembelokan maksud.
  2. Memakai pegangan kitab karya ulama salafus shalih yang namanya telah masyhur (Imam madzhab 4 atau murid-murid beliau). 
  3. Tidak berganti-ganti ustadz, tetapi kyai satu saja, pilih kyai yang wira'i (hati-hati dan ihlas) dan zuhud (tidak cinta dunia, tapi cinta akherat) dan dibacakan kitab karya ulama salafus shalih tersebut secara urut, dari awal hingga khatam. Sehingga ilmu-ilmu yang disampaikan juga urut, dan tidak malah membingungkan. Apalagi kalau ustadz-ustadznya hanya sekenanya dan hanya asal-asalan, asal ustadz. Wah malah repot dan nambah bingung. Hehehe…..

SELAMAT NGAJI. NGAJI ITU HARUS, TAPI JANGAN ASAL NGAJI.
Wallahu a’lamu bish shawaab, wahuwal mufaffiq ila aqwamit thariiq.
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment