(Bismillahirrah manirrahim, saya berniat ngaji karena Allah,
semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya. Aamiiin)
_______________ _______
semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya.
_______________
Bismillahirrahm anirrahim, alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana wa habiibina wa syafii’ina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim.
“Haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga” (al Hadits).
Haji yang mabrur ialah haji yang oleh Allah dinyatakan “baik”. Tentu saja suatu haji itu mabrur apa tidak, yang tahu hanya Allah. Bahkan pelakunya pun tidak tahu, apalagi masyarakat sekitarnya.
Yang jelas haji yang mabrur itu bukan haji yang ketika di Madinah dia bisa sholat di Raudhoh, dan ketika di Ka’bah bisa nyium Hajar Aswad, dan bisa sholat di Hijir Isma’il (meski semua itu memiliki keutamaan-keuta maan yang khusus, dan kita “dianjurkan” untuk mengusahakannya ), tapi kemabruran haji itu justru akan terpancar dan dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari setelah kita berhaji.
Jika setelah berhaji ketaqwaan kita bertambah baik dibanding sebelum kita berhaji, insya Allah itu pertanda bahwa haji kita mabrur. Sehingga seseorang yang hajinya mabrur , pasti dia akan merasakan adanya peningkatan dalam hal “hablun minalloh” hubungan baiknya dengan Allah maupun “hablun minal kholqi” hubungan baiknya dengan sesama makhluq-Nya.
Akhirnya, marilah saudara-saudara kita yang tahun ini melaksanakan ibadah haji, kita doakan semoga mereka semua dikaruniai oleh Allah predikat haji mabrur. Sehingga sepulang mereka dari tanah suci nanti, kita para tetangga mereka ikut merasakan kesejukan, kedamaian, dan keindahan haji yang mabrur, calon-calon penghuni surga. Aamiin.
SELAMAT NGAJI. NGAJI ITU HARUS, TAPI JANGAN ASAL NGAJI.
Wallahu a’lamu bish shawaab, wahuwal mufaffiq ila aqwamit thariiq.
Wassalamu’alaik um Warohmatullahi Wabarakatuh.
No comments:
Post a Comment